Archive for November, 2007

Beowulf Review

Posted by unwinged

Beowulf Review

Hari ini, setelah gagal pergi ke JGTC, gw sama ollie ubah rencana untuk nonton film aja. Browsing internet cari film yang menarik kok seperti nya tidak ada. Akhirnya, pilihan jatuh pada Beowulf. Karena “kira kira menarik” apalagi bagi yang tau legenda nya.

(more…)

Sedikit cerita buat member

Posted by unwinged

Kadangkala saya tergerak untuk membuatkan sedikit cerita yang ujung ujungnya, berniat memotivasi member yang ada di forum. Hal ini kadang kala terjadi, jika kondisi forum tiba tiba berubah drastis. Entah itu jadi sepi, panas dan tegang, atau semacamnya.

Saya tidak terlalu menyukai forum yang berisi flamer. Tapi saya juga tidak menyukai forum yang adem ayem terus.

Perkelahian, jika dapat diambil manfaatnya, dapat membuat para member semakin dewasa, maju sama sama menjadi pribadi yang lebih baik. Jika tidak diambil manfaatnya, yang mundur bukan cuma yang berkelahi, kadang, keseluruhan komunitas pun bisa hancur.

Pada saat itu, saya coba pancing mereka, bukan untuk melupakan apa yang telah terjadi di forum, justru untuk melihat kembali apa yang diperdebatkan dan mengapa, tanpa saya menyinggung tentang masalah itu sama sekali. Saya berusaha untuk memancing otak kreatif mereka untuk menyadari nya sendiri, dan setelah mereka dapat menyadari, semoga mereka dapat maju bersama sama yang lain.

Forum Komunitas ditujukan untuk memandaikan semuanya, bukan cuma satu dua orang. Sayang sekali jika sebuah komunitas jadi pecah hanya karena dua pihak yang bersinggungan pendapat.

Ngehack itu ga buat mainan…

Posted by unwinged

Ngehack boleh, asal bikin pinter.
Kalo cuma mau pamer, sebaiknya jangan diterusin.

Ngehack itu mengerti, sampai paling enggak, titik utak atik nya, bukan cuma copy paste.
Di “hack” (baca : copy - paste) balik dengan skrip yang sama, malah nggak bisa merecovery diri sendiri. Halah.. Ndeso.

Friendster kena hack

Posted by unwinged

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Friendster saya kena hack, entah kapan hehehe. Soalnya udah nggak pernah lihat friendster lagi sih. Dah jarang. Tadi yang tau justru si Ollie, kalau friendster saya telah di hack.

Eniwei, menurut saya, kalo FS anda kena hack, berarti mustinya anda bersyukur lho.
Soalnya dengan begitu, berarti anda sudah cukup mapan di dunia Internet sampai sampai menciptakan “orang iseng” yang tidak pernah anda sadari dari mana datangnya. Bisa dibilang, menjadi tolak ukur kesuksesan anda di dunia internet hehehe

Well, sekarang sih Friendster nya sudah kembali semula.
Sekedar sharing aja kalo saya baru aja (tau kalau saya) kena hack :D

Online Community : Before you start

Posted by unwinged

Dari tahun 2003 saya sudah mulai mencoba berkiprah pada pengembangan sebuah website dan discussion boards. Tujuannya adalah membentuk komunitas yang solid. Dari era Web 1.0 yang admin generated content sampai yang disebut Web 2.0, yang sekarang ini malah memusatkan kegiatan webiste pada user generated content. Karena itu, semakin mudah dan banyak pula bermunculan discussion board dengan tujuan yang berbeda beda.

Sebelum memulai komunitas sendiri, ada baiknya memeriksa kembali komunitas jenis apa yang akan dikembangkan. Pada dasarnya, sampai saat ini yang sudah saya tau, ada beberapa jenis komunitas. Dari yang langsung sak jeg sak nyet, sampai yang malu malu mauw. Tapi yang jelas, tujuan untuk membuat sebuah komunitas apa sih kalau bukan sebagai media diskusi ?

Portal
Portal bisa dibilang malah komunitas yang membingungkan. Instead berdiskusi dengan tema yang terbatas, portal menyediakan semua tema yang kadang kala nggak berhubungan satu sama lain. Yang terjadi bisa dua. Ramai sekali, atau malah tidak ada sama sekali. Selain membuatnya sangat melalahkan, komunitas yang ada juga terpecah pecah karena tersedia puluhan macam topik yang dapat dipilih. Dalam hal ini, kemungkinan komunitas untuk jadi solid sangat kecil walau mungkin isi dari websitenya bagus bagus.
Contoh : flickr, deviantart, yahoo

Discussion boards / Forum
Forum ( dulu bernama BBS dan discussion boards ) sampai saat ini masih merupakan media paling tepat untuk membuat sebuahkomunitas dan ajang diskusi baik yang terfokus pada satu topik atau yang segala ada. Forum memungkinan hubungan langsung antar member yang dibatasi pada penggunaan topik saat itu. Masing masing member bisa melontarkan pertanyaan atau jawaban pada sebuah topik, serta misalnya jika memerlukan bantuan langsung dari orang yang bersangkutan, member bisa langsung kirim personal messages pada member yang dituju. Semua kegiatan dilakukan dalam dua arah dan satu rumah yang tidak dipecah pecah terlalu banyak. Hal ini dapat membuat sebuah forum menjadi sangat hidup dan member bersahut sahutan saling jawab menjawab.
Contoh : chip, gamexeon, duniasatwa

Blog
Blog akhir akhir ini bisa dibilang juga sebagai komunitas dan ajang diskusi. Walau sifatnya agak unik karena jarang sekali perbincangan dilakukan di blog, makanya kenapa di blog, biasanya yang ada adalah ‘comment’ bukan ‘reply’. Karena sebenarnya blog (menurut saya) bisa dibilang sebagai perbincangan satu arah. Jarang sekali orang yang kembali melihat post yang sama untuk membalas balasan komen yang telah dijawab poster. Banyak dari mereka yang hanya meninggalkan komen. Dan selesai. Kembali lagi jika ada post baru.
Contoh : Ya yang sedang dibaca ini dan banyak blog lain (duh)

Mailing list
Jelas mailing list adalah media langsung untuk menjalin sebuah komunitas. Sejak dirintis dari jaman web masih berbentuk tulisan hitam diatas putih sampai sekarang, mailing list tetap hidup. Tapi akhir akhir ini mailing list sudah mulai lambat dalam pertumbuhan member baru nya, dan mulai usang digunakan. Biasanya mailing list digunakan untuk membahas satu saja topik sekali waktu. Sampai topik itu jadi basi, kemudian muncul topik lain. Komunitasnya masih bisa di rasakan ketimbang portal atau blog.
Contoh : hm.. mailing list.. apa lagi ?

Web 2.0 gimmick
Web 2.0 yang berbasis pada komunitas dan user generated content entah bagaimana banyak yang menyebutnya sebagai komunitas. Kalau saya lihat dari segi banyaknya interaksi antara member dan pemilik, tidak beda seperti blog sebenarnya. Kelebihan web 2.0 ada pada usability dan interactivity, yang memungkinkan untuk langsung melakukan share kepada orang lain dan kalau perlu, langsung berinteraksi bersama dan terlibat langsung dengan kegiatan yang sedang dilakukan pada web 2.0 tadi. Entah itu editing gambar, entah editing photo, bahkan office sekarang juga sudah bisa dilakukan secara beramai rama melalui media web. Tapi saya rasa ini belum cukup untuk menciptakan komunitas yang sebenarnya.
Contoh : twitter, 43things, grouprecipes

Masih banyak yang lain, tool tool gurem yang nggak perlu saya bahas karena pasti akan menghabiskan waktu dan resource. Yang jelas dari yang ada diatas, pilih media paling tepat dengan tipe kegiatan dan komunitas yang ingin diciptakan. Blog dan Web 2.0 mungkin muncul karena kemajuan teknologi dan trend. Sementara mailing list dan Forum, muncul karena kebutuhan. Portal muncul karena website itu ingin menarik untung sebanyak banyaknya tanpa memperdulikan kesehatan komunitas di dalamnya.

Walau memang, ada beberapa yang sangat menarik dan adiktif, tapi tidak semuanya dapat digunakan untuk membangun komunitas dengan baik. Yet, komunitas itu tetap ada karena kebutuhan walaupun toolnya sendiri tidak sesuai. Mempermudah mereka yang ingin membangun komunitas dengan tool yang sesuai sepertinya lebih bijak.

Itu yang bisa saya sampaikan untuk saat ini.

Bubbl.us - web tools review

Posted by unwinged

bubblus.jpg
Bubbl.us menyediakan mind mapping service yang dapat membantu mereka yang senang melakukan coret coret sesuatu. Maps dibedakan menjadi beberapa warna warna cerah, dengan shape yang menyesuaikan jumlah teks yang ada. Hanya saja memang terlalu candy sehingga malah berkesan nggak serius. Tapi ini bagus untuk mereka yang tidak terbiasa dengan komputer karena virtually, Bubbl.us dapat dinavigasikan hanya dengan menggunakan keyboard. Tampilan yang sederhana justru malah mempermudah mereka yang langsung ingin corat coret ide.

xxxbub.png

Biasanya dalam perencanaan sesuatu, selalu saja timbul ide baru. Bubbl.us memfasilitasi hal itu dengan mudah. Membuat sebuah bubble map baru semudah 1 klik mouse, ketik, selesai. Begitu juga jika ingin menambahkan garis hubung atau bahkan menghighlight bubble nya, dapat juga dilakukan dengan mudah. Tidak lebih dari max 3x klik mouse.

Berbasiskan web tentu saja mempermudah dalam melakukan kolaborasi dan sharing. hasil dari coret coret tadi dapat dengan mudah di export dalam bentuk gambar. Di share melalui e-mail atau blog. Opsi ini bagus sekali bagi tukang ngayal dan bekerja intense dalam satu paruh waktu.

Coba sendiri berkunjung ke Bubbl.us, dan rasakan kenikmatannya :D

Viewsonic VA1912wb 19″ LCD monitor review

Posted by unwinged


Produk keluaran Viewsonic bukan terkenal karena brand nya saja. Secara keseluruhan kualitas, Viewsonic sering kali di jadikan patokan bagi mereka yang mulai beralih pekerjaan menjadi seorang designer grafis. Kali ini, Viewsonic VA1912wb sudah berdiri mentereng di meja kerja saya. Mari kita bahas bagaimana prospek Viewsonic VA1912wb dari mata seorang color fetish :D

Ini adalah spesifikasi resmi dari produk ini yang di dapat dari website mereka. Ada beberapa perbedaan yang saya rasakan disini. Salah satu yang paling menarik adalah adanya port DVI sehingga tidak memerlukan tuning lagi dalam pemasangannya. Tingkat contras 500:1 juga rasanya salah. Monitor ini rasanya memiliki 700:1 contrast ratio. Well, susah untuk memperlihatkannya selain melihat sendiri di ruang yang cukup cahaya :D

DisplayMate memberikan informasi seperti ini :

General Review
Design di bagian luar terlihat biasa saja. Disertakan dua speaker kecil yang terletak di bagian depan, tapi hal itu tidak membuat nilai penggunaannya akan bertambah, kecuali anda tidak memiliki speaker sebelumnya. Responnya cukup bagus untuk menonton film film cepat, dan tidak terdapat ghosting sama sekali. Pada awal penggunaan tidak terlihat adanya dead pixel sama sekali. Pixel pitch nya termasuk standar untuk ukuran 19″. Kualitas teks sangat bagus dalam mode ClearType. Fitu anti glare nya juga tidak membuat mata lekas lelah untuk bekerja berlama lama dengan monitor ini meski dalam kontras tinggi.

Pada monitor 19″ resolusi yang disarankan adalah 1440×900. Hal ini akan menyulitkan anda untuk mencari wallpaper yang tepat karena biasanya mereka hanya tersedia dalam skala 16:9 dan 4:3. Monitor ini juga bisa dibilang cukup tebal dan berat untuk ukuran monitor LCD 19″. Fitur Auto Adjust yang disertakan tidak dapat digunakan pada mode DVI. Hal ini cukup lumrah karena memang sinyal digital tidak perlu di interpret lagi. Boleh dibilang hasilnya selalu maksimal. Anda juga tidak dapat menyimpan color profile anda lebih dari 1. Padahal, kadangkala kita memerlukan color profile berbeda untuk menyesuaikan dengan kondisi aktivitas saat itu. Ditambah lagi, 16.7 juta warna yang dapat ditampilkan termasuk sedikit dibawah rata rata kemampuan standard monitor CRT.

Jika mencari harga, anda bisa mendapatkan monitor ini dengan harga yang cukup murah dibandingkan LCD 19″ sejenis. Kisaran harga $220 sudah cukup untuk membawa pulang LCD ini.

Perlengkapan yang datang dengan monitor ini diantaranya :
2 buah kabel DVI. 1 buah kabel analog. 2 buah kabel power 3 pin. 1 buah kabel power 2 pin. CD driver. Manual yang cuma 2 lembar jelas menghancurkan nilai keseluruhannya.

Sepertinya sudah cukup untuk ganti ganti sparepart. Karena Viewsonic memberikan layanan purna jual menarik, berupa penggantian 1 - 1 dalam masa garansi 3 tahun, hal ini bisa menjadi nilai tambah yang besar pada value monitor ini.

Bagaimana dengan kualitas tampilan dan warna nya ? Lebih cocok untuk apakah monitor ini ?

Sebelum melakukan pengujian mendalam, untuk menampilkan kualitas asli dari monitor ini, maka color table mutlak diperlukan. Gunakan color table ini untuk adjusting warna di monitor untuk mendapatkan hasil paling sempurna di monitor. Karena keterbatasan alat yang dapat digunakan, maka adjustment secara manual menjadi pilihan :D

Monitor harus dapat menampilkan semua warna ini secara bersamaan untuk adjusting. Jika tidak bisa, monitor itu sendiri sudah failed sejak awal. Tidak perlu dilakukan benchmarking lagi.

The Test
Pengujian dilakukan dengan beberapa cara. Diantara nya menggunakan color table seperti yang akan saya sertakan dalam pengujian ini :

The White

Pengujian ini di lakukan dengan menggunakan 4 warna putih yang berbeda. Monitor yang baik, seharusnya dapat menampilkan ke empat warna yang berbeda itu bersamaan. Viewsonic VA1912wb sukses dalam pengujian ini. Ke empat warna dapat ditampilkan dengan baik. Dan dapat terlihat dengan segera tanpa perlu menyesuaikan mata dengan warna.

The Black

Kebalikan dari putih, pengujian ini menggunakan 4 warna hitam yang berbeda. VA1912wb gagal dalam pengujian ini. Warna yang terlihat hanya 3. Tidak bisa di bedakan warna di kanan atas dan di kiri bawah. Satu satunya yang membuatnya berbeda adalah garis batas nya yang terlihat jelas.

Color test

Monitor harus bisa menampilkan semua warna yang ada disini. VA1912wb gagal dalam pengujian ini. Beberapa warna putih tidak terlihat dan aliasing pada dua warna yang mencolok terlihat jelas.

Color blend

Monitor harus bisa menampilkan warna dengan tidak patah patah. VA1912wb gagal dalam pengujian ini. Warna merah dan hijau tidak memiliki sudut patah dan ter blend dengan baik. Sementara itu pada warna biru, terdapat segi segi patah yang terlihat sangat jelas.


Dari segi sharpness, monitor ini tampil terlalu sharp. Untuk photography, jangan heran jika melihat dengan menggunakan monitor ini akan membuat anda merasa jika gambarnya terlalu sharp. Pada gambar itu, seharusnya rambut di render dengan lebih lembut, sementara grass nya memang sharp, tapi tidak terlalu sharp. Sharpness ini terjadi karena pixel pitch yang kurang sempit.

Dari percobaan diatas, dapat disimpulkan bahwa VA1912wb ini memiliki kecenderungan untuk unggul dalam warna pastel. Dalam kontras tinggi, monitor ini cenderung failed. Sangat baik digunakan untuk melakukan internet browsing, high-end gaming, office activity, design graphics dan photo dengan tingkat menengah. Dalam detail dan konsentrasi tingkat enterprise, monitor ini will failed you. Tuning apapun tidak akan dapat mengembalikan tingkat sharpness yang keterlaluan pada layar, karena dari driver sendiri sharpness nya sudah 0.

Pro :
+ Harga murah
+ Teks sangat bagus dan tidak blur pada native resolution.
+ Anti Glare
+ 5ms
+ 720p HD
+ Garansi 3 tahun ganti baru.
+ Apple compliance
+ 75Hz pada native resolution

Cons :

- Kedalaman warna kurang banyak.
- Berat
- Speaker depan yang tidak berfungsi terlalu banyak
- Terlalu crisp

Overall Score :
Perlengkapan : 8
Performa : 8
Feature : 5
Lain lain ( garansi dan harga ) : 9
Nilai Total : 7.5

Kembali setelah lama tidak terdengar

Posted by unwinged

Manusia kadang perlu sendiri
Menganggap masalah selesai dengan menyendiri
Seringkali hanya bisa bertemu dengan sunyi
Akhirnya menghancurkan diri sendiri

Lama nggak terdengar, sepertinya saya memutuskan untuk kembali ke dunia blog. Terutama setelah mengikuti Pesta Blogger 2007 kemarin. Rasanya agak aneh kalo saya yang sudah lama nggak punya blog lagi masih dianggap sebagai seorang blogger.
Well, maka dari itu, kemudian saya memutuskan untuk segera kembali ke dunia per-bloggingan.

Berbeda dengan yang lalu dimana blog saya masih di host gratisan, sekarang saya menggunakan media sendiri yang diharapkan bisa lebih profesional. Sebenernya tidak jadi masalah sih dimana ngeblognya, yang dihitung khan niatnya. Tapi kalau memiliki domain dan host sendiri ( baca : ngeluarin modal ) kemungkinan besar ada rasa sayang untuk meninggalkan blog yang sudah susah susah dibuat.

Awal November ini, saya kembali ngeblog lagi tapi kemungkinan besar, dengan content dan nuansa yang berbeda dibandingkan waktu lalu. Jelas karena sudah mengalami masa pendewasaan yang lebih, dan juga sudah lebih berpengalaman di beberapa bidang, mungkin nanti saya share sebagian ilmu yang saya peroleh dari dunia internet. Tidak banyak mungkin. Jelas masih banyak yang jago jago disana.

Well, tapi sudahlah. Selamat datang kembali ke blog saya :D