Bagi saya, semua pengalaman saya adalah hal yang penting. Baik itu yang sifatnya memalukan, menyenangkan, menenangkan, atau bahkan pengalaman pahit. Pengalaman pahit terutama, malah justru sangat penting dan biasanya, berpengaruh pada perkembangan sikap kita secara langsung dan merubah sifat sifat kita untuk menjadi manusia yang lebih baik di kemudian hari.

Itu jika kita dapat mengambil makna dari pengalaman pengalaman yang telah lalu. Saya banyak belajar dari situ.

Saya akui saya telah banyak membuat orang membenci saya, dengan pandangan yang satir, pertanyaan yang menohok, jawaban yang memojokkan dan pengalaman yang pahit. Sejak beberapa tahun yang lalu, perubahan demi perubahan sikap secara gradual sudah menjadi keseharian saya. Ungkapan “Hari esok pasti lebih baik” sudah menjadi makanan sehari hari yang akhirnya menimbulkan beberapa sikap baru saya.

Saya selalu belajar minimal satu hal tiap hari.

Tiap hari, selalu saya sempatkan diri untuk mencari benda baru yang belum saya kenal sebelumnya. Jika suatu hari saya kepikiran tentang satu kelemahan saya yang tiba tiba muncul, maka malamnya, sebelum tidur, biasanya saya mencari pembahasan mengenai itu. Mempelajari mengenai hal yang belum pernah terpikir sebelumnya.

Proses belajar hal baru tiap hari ini seperti menjatuhkan kartu domino, satu kartu paling depan berhasil di jatuhkan, maka logika kita tiba tiba saja mulai menjatuhkan kartu domino lainnya tanpa kita perintah, alhasil, lebih banyak yang dapat kita pelajari dalam satuan waktu tanpa kita dengan sengaja mempelajari nya.

Seringkali, pemahaman baru kita akan satu hal, membawa kembali pertanyaan pertanyaan dari masa lalu dimana kita tidak bisa mengurai nya dengan tepat. Akhirnya, jawaban dari permasalahan masa lalu yang kita jadikan pengalaman itu, malah terkuak. Dan sekarang kita jadi mengerti mengapa pada saat itu, begitu kejadiannya dan bukan sebaliknya. Ujung-ujungnya, tidak ada lagi pengalaman pahit. Adanya hanya, kita kurang pengalaman.

Pengalaman pahit yang terpecahkan, malah memberikan banyak input dan masukan berharga bagi diri kita di masa sekarang. Alih-alih membenci masa lalu dan segudang pengalaman pahit ( ya, saya punya, anda pasti juga punya, kita semua punya ), kita malah bisa belajar dan kemudian memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari penelusuran pengalaman pahit tadi.

Seringkali memang tidak saat itu pula terjawab masalahnya, sesuai dengan pengembangan logika kita, melalui proses pembelajaran yang tidak struktural, makna dibalik pengalaman pahit biasanya terjawab.

Adalah sebuah kesalahan bagi diri sendiri yang mengatakan “Saya benci mengalami pengalaman pahit bersamamu dulu, seandainya kita tidak pernah bertemu tentu saya tak akan begini“. Memandang rendah diri dan tidak mencari makna dibalik pengalaman pahit hanya akan menjatuhkan diri kita sendiri dan mengajak diri kita sendiri berpikir secara negatif. Apalagi kemudian malah menyalahkan orang lain yang jelas jelas juga memiliki pengalaman pahit yang sama, karena hal itu dilakukan bersama.

Toh pada akhirnya saya bisa mendapatkan makna dibalik pengalaman pahit bersama dulu, dan saat ini, beberapa hal di balik pengalaman pahit tadi menjadi beberapa kekuatan saya yang tajam di berbagai bidang, karena pada intinya, semua ilmu itu mengarah ke satu titik filosofis.

Maka saya sangat bersyukur bahwa di masa lalu dulu, sempat memiliki banyak waktu untuk melakukan kesalahan dan pengalaman pahit, sehingga di masa sekarang saya bisa menjadikannya ilmu yang baik, dan jelas, malah menjadikan sebuah pengalaman pahit sebagai media belajar yang indah. Saya bisa mendapatkan ilmu di balik pengalaman pahit, dan tidak sebaliknya.

Bagaimana dengan anda ?