Markplus Conference 09 : Habluminannas dan Mindset
Kemarin baru saja menghadiri MarkPlus Conference 09, yang bagi saya pribadi, konsep nya ternyata sudah sangat familiar. Terutama mengenai konsep horizontalism yang dibahas oleh pak HK, dimana horizontal merupakan the-next-big-thing. Mengalahkan konsep doktrinasi yang selama ini (mungkin) dicerminkan via iklan iklan jaman sekarang. Konsep ini sangat keren, karena dapat memajukan sebuah brand dengan cara yang beragam dan bermacam macam, tergantung dari keinginan konsumen nya! Mantap khan ?
Jadi singkatnya hubungan antara sebuah produk dan konsumen menjadi dekat, dengan mendekatkan diri dengan konsumen maka konsumen lah yang menjual sendiri produk kita, low budget high impact! Mantap.
Ternyata sejak dulu sudah saya praktekkan juga sebagai perwujudan dari konsep Habluminannas dalam memajukan sebuah produk. Dalam mengembangkan komunitas dan beberapa produknya, saya seringkali menggunakan konsep Habluminannas ( yang sekarang di sebut sebagai Horizontalism itu ) sebagai core awal. Malah, di beberapa komunitas yang pernah saya ikuti, konsep Habluminannas ini sudah sebegitu kuat sehingga mereka yang tadinya berkumpul sebagai jembatan antara produk dan komunitas, akhirnya malah dapat membuat produk mereka sendiri yang masih satu atap dengan produk aslinya! Serem khan ?
Sebegitu kerennya konsep Habluminannas ini sehingga memang sudah seharusnya di serap sebagai salah satu media tersendiri untuk berkolaborasi antara produk, perusahaan dengan komunitas yang terbentuk di bawah nya.
Saya nggak akan membahas lebih lanjut mengenai bagaimana jalannya Seminar kemarin, karena laporan laporan itu sudah bisa dibaca di berbagai tempat, dan kebetulan saya juga mengikuti sesi sesi yang mirip dengan sesi sesi mereka. Jadi baca saja laporan mereka, kurang lebih sama kok. Ditulis dengan bahasa yang lebih baik pula
Laporan laporan yang sempat dibaca dari :
Media Ide – Tentang Acara Markplus Conference 09
NavinoT – Laporan dari MarkPlus Conference 09
Ollie’s Blog – From the MarkPlus Conference 09
Silahkan baca laporan mereka yang sangat jelas dan gamblang
——————————————————————-
Nah saya cerita yang gampang gampang saja
Kemarin saat ditawari untuk mengikuti seminar ini, saya langsung bilang “Oke, aku ikut!” tanpa pernah mengetahui kapan, dimana dan bagaimana nantinya seminar itu dilakukan. Ternyata seminar nya berlangsung selama 14 jam nonstop, dari pagi buta sampai tengah malam. Dari jam 7.30 pagi sampai jam 21.30 malam. Wow.
Dalam hati sempat terpikir seperti ini : “Buset pagi amat ya. Mau ngapain disana ?”. Sempat kepikiran seperti itu, dan ternyata, apa yang saya alami disana nggak jauh dari hal itu. Pagi itu, jam 7.00 saya sudah sampai disana, belum boleh masuk, dan tidak bisa masuk karena tiket untuk seminar hari itu masih dibawa sama pacar saya, yang baru akan datang nanti, jam 8.30. Jadi selama 1 jam lebih, saya benar benar nggak ngerti mau ngapain disana. Kok ya persis sama pikiran saya tadi ya..
Sudah hampir jam 9 pagi, pacar saya menelpon kalau dia ternyata sudah diatas! Walah.. akhirnya ya dengan hati dongkol, saya naik seorang diri dan masih harus menunggu di depan ruangan karena masih belum bertemu pacar saya itu juga setelah beberapa lama.
Setelah masuk, acara dimulai. Saya memang sudah cukup lama menunggu untuk bisa mengikuti seminar dari pak HK.
“Pasti keren!” pikir saya.
Dalam presentasi pertama nya pak HK, seperti yang sudah saya yakini, ternyata presentasi nya benar benar keren dan sesuai dengan harapan saya. Memperlihatkan bagaimana celah celah yang dapat di ambil dari sebuah kesempitan yang terjadi belakangan ini. Ini adalah presentasi yang ingin saya lihat sejak lama. Dan ini keren. Persis sama dengan keinginan saya!
Kemudian, sesi mulai di pecah pecah, saya pribadi merasa bahwa saya tidak terlalu ingin untuk mengikuti sesi manapun, karena menurut saya, saya sudah pernah mengalami semua. Saya ingin menunggu di luar saja. Tapi demi menemani pacar tercinta, maka kami memasuki sesi “Integrating Off-line & On-line Community” yang ada Kick!Andy nya.
Kesulitan diawal sudah terlihat, masuknya susah, sudah penuh, akhirnya saya berdiri di pinggir pintu masuk dan sering terganggu oleh orang yang lalu lalang keluar masuk ruangan. Belum sesekali dimarahin oleh orang yang lewat karena badan saya terlalu gede. Sebagaimanapun bagusnya presentasi saat itu, saya nggak bisa mengikuti sama sekali karena terganggu oleh berbagai macam hal. Sementara pacar saya akhirnya mendapatkan tempat duduk yang nyaman, saya yang terganggu akhirnya walk-out dari ruangan dan duduk diluar. Lho ? Persis sama dengan keinginan saya !
Di sesi berikutnya saya mulai milih milih, yang mana nanti yang ingin saya ikuti ? Saya tertarik dengan “Youth Marketing – Capturing the Energy”. Saya tertarik dengan sesi ini karena ya memang relevan dengan keinginan saya.
“Ini pasti keren dan bisa banyak curi ilmu dari sini! Gw mau duduk di depan ah!” pikir saya waktu itu.
Begitu saya masuk ruangannya, wah, peserta juga membludak, peserta berdiri sudah sangat rapat sampai saya hampir tak bisa bergerak. Tapi nggak seberapa lama, saya mulai menyimak presentasi nya, memang keren, dan nggak lama dari situ, saya diajak sama mbak mbak panitia untuk duduk di depan! Satu satunya kursi yang tersisa di depan! Akhirnya saya bisa menyimak keseluruhan informasi yang ada di sesi itu, plus, saya duduk didepan, sementara yang lainnya pada berdiri dibelakang, padahal saya juga tidak masuk lebih dulu dari mereka! Lagi lagi, persis sama dengan keinginan saya !
Setelah sesi itu saya jadi mikir..
Jadi sebenarnya yang membuat presentasi tadi berjalan sesuai keinginan, keren, menarik dan sesuai keinginan dan harapan itu siapa ? Pembicara nya ? Panitia nya ? Atau pikiran kita sendiri ? Saya biarkan anda yang memutuskannya
12/12/2008 - 3:31 pm
Weheheh, jadi artinya apa nih konferensinya? The power of mind?
Kalau soal ini, saya sudah siap draft artikelnya. Yakni tentang Tolerance/Permissive Marketing
.. Tunggu aja tanggal mainnya :p
12/12/2008 - 4:16 pm
hmm … so intinya hanya mengupas lebih detail banyak hal yang sebelumnya sudah kita lakukan ya?
12/12/2008 - 5:40 pm
Di buku Gavin de Becker juga dibahas tuh: namanya personal scripting. Buat yang kurang sreg ama konsep The Secret atau Mestakung, bisa simak itu: karena bahasan dia lebih ke arah psikologi. Intinya: karena kita sudah mengarahkan pikiran kita dalam kondisi mental tertentu, semua stimulus yang kita terima tetap saja bisa diarahkan ke hasil akhir pengalaman itu.
Singkatnya, kalau emang niatnya mau senang: ada halangan pun (kalau nggak sampai drastis-drastis amat), kita terabas. Sebaliknya juga berlaku.
12/12/2008 - 7:14 pm
klo menurut saya, presentasi itu harus sesuai keinginan pembicara, dan bisa mengena di pikiran audiens nya … biar bisa teringat terus …
12/12/2008 - 9:46 pm
Mampir…salam kenal
12/15/2008 - 12:15 am
@Toni
Hehehehe kayaknya kurang lebih begitu ya
@pinkparis
iya begitu. kita yang sudah biasa jadi tidak terlalu terkejut sebenarnya dengan hal itu.
@isman
personal scripting ya ? sepertinya keren sekali. Tapi konsep Mestakung dan The Secret itu ternyata jalan juga. Jadi sebenarnya mereka itu basicnya dari personal scripting ini ? Kayaknya seru untuk dikembangkan lebih lanjut ya ?
@adinata
ya sih, harusnya begitu memang
dan presentasi nya pak HK memang begitu. Keren sekali
@balisugar
salam kenal juga
12/15/2008 - 1:53 am
asik ni mba’..semuanya berjalan sesuai keinginan..
03/01/2009 - 3:45 pm
If we are talking about hermawan’s presentation……that’s really amzing. from my point of view that’s good………because hermawan is my idol marketer from indonesia……easy to understand after llistening it………but maybe there’s something wrong about his presentation, about it has to be more spesific…….enough……hermawan i love your book…..many your books which i have bought.