Saya boleh saja benci atau iri dengan keberhasilan teman, tapi saya memutuskan untuk tidak melakukannya. about 3 hours ago from DestroyTwitter

Tentulah boleh dan merupakan hak pribadi kita untuk membenci, sirik, iri dan kesal dengan keberhasilan orang lain. Kenapa tidak boleh untuk sirik, iri dan kesal ? Toh keberhasilan mereka tidaklah berguna buat kita. Benar bukan ?

Sayangnya itu salah kawan.

Ada beberapa hal yang kamu dapat jika kamu tidak membenci kesuksesan mereka yang telah berhasil mengalahkan tantangan di depan mereka, jika kamu mau membuka diri untuk ilmu mereka. Karena apa ? Kenyataan bahwa mereka telah lebih berhasil daripadamu sebenarnya mempermudah jalanmu.

Mempermudah gimana ? Tentu saja mempermudah. Karena kamu tidak perlu menemukan formula coba coba yang diperoleh mereka, kamu bisa meniru keberhasilan mereka, hampir saat itu juga, tanpa perlu susah payah ! :D

Maksudnya gimana sih ?

Coba kita lihat, misalnya kamu punya partner. Partner mu ini punya target yang sebenarnya kamu juga ingin tuju. Secara nggak langsung, kamu merasa sedang bersaing dengan partnermu karena beberapa hal. Tiba tiba, bum! Target kena, bahkan mungkin terlampaui dan tujuan yang tadinya juga ingin kamu kejar, menjadi tak terkejar karena partnermu sudah lebih dulu melesat dibandingkan kamu.

Misalnya pun ini adalah sainganmu, satu hal yang akan kamu lihat jika kamu tidak membenci keberhasilan mereka adalah, langkah langkah yang mereka tempuh! Sainganmu cenderung akan memamerkan keberhasilan mereka kepadamu, lalu, kamu selalu bisa merekonstruksi apa saja yang terjadi sehingga keberhasilan sanggup didapatnya.

Manusia memiliki kemampuan untuk melakukan reverse-engineer tanpa menggunakan analisa yang rumit dan berlebihan. Disamping itu, tidak ada satupun manusia yang bisa menutupi rahasianya sangat rapat, sehingga tidak bisa terendus apa yang sejatinya dia lakukan.

Caranya bagaimana ?

Jangan lupa bahwa manusia secara umum adalah mahluk yang suka dipuji, kenyataan bahwa manusia seringkali lepas kontrol terhadap kesadaran mereka setelah dipuji bisa kamu jadikan input. Istilahnya, kamu memberikan kebaikan kepada mereka berupa pujian, dan mereka akan membalas kebaikanmu dengan sharing ilmu mereka. Begitu saja dengan mudahnya.

Tentunya, pujilah mereka dengan tulus, karena mereka yang berhasil, tidak terlalu suka dengan orang yang ingin mencuri ilmu mereka dengan tidak tulus. Dan tulus atau tidaknya kamu, sangat nampak pada orang orang yang kamu tuju, terutama kalau kamu ragu ragu atau menunjukkan body language “saya sedang berbohong”. Jadi, lakukan dengan tulus saja. Gampang kok.

Nah kalau kamu sudah mendapat ilmu mereka, mau apalagi kamu selain meningkatkan prestasimu menggunakan cara mereka ?