Henshin!
Henshin about 7 hours ago from Tweetie
Mungkin kalian lebih familier dengan kata “Berubah!” nya Kotaro Minami si Ksatria Baja Hitam dan RX itu. Apa yang saya twit saat itu, memang menunjukkan kalau saya sedang “berubah”. Bukan, bukan menjadi Ksatria Baja Hitam, tapi menjadi seseorang yang sesuai dengan situasi.

Tadi malam, waktu nganterin adek saya pulang ke Semarang naik kereta Gumarang dari Gambir, kereta yang seharusnya tiba pukul 18 itu akhirnya mundur dan meleset jauh sampai pukul 23 malam. Jam 18.15 waktu diberitahukannya kepada kami mengenai keterlambatan itu, wah sudah tidak bisa dibayangkan betapa kesalnya kami.
Karena kesal, kami, saya dan si adek memutuskan untuk mencari makanan. Sepanjang perjalan, kami misuh misuh nggak jelas mengenai sikap PJKA yang cuma begitu saja dalam menanggapi kekesalan kami. Apa PJKA tidak tau bahwa kami telah kehilangan waktu untuk bekerja, beristirahat, bersantai dan minum kopi ?
Di saat sedang senang senang memisuh, tiba tiba dari diri saya sendiri ada permintaan untuk menghentikan hal itu. Tiba tiba sadar kalau misuh sampai bongkok pun tak berguna. Maka, henshin! Saya merubah karakter perfeksionis saya, yang mengakibatkan misuh tak kunjung henti itu, jadi karakter playful saya. Mengapa harus begitu ?
Tidak harus sebenarnya, jika anda memang menikmati memaki maki. Silahkan saja. Saya sendiri ternyata tidak menikmatinya, dan lebih ingin melakukan hal yang lain yang tidak bisa saya lihat di saat biasa. Karena itu tubuh saya memberi tanda agar saya merubah perilaku, sesaat setelah perilaku jelek saya muncul.
Dengan henshin, merubah fokus dari ‘marah marah’ menjadi ‘mencari tahu’ maka saya lebih fokus kepada kegiatan saya untuk mencari tahu. Bukan tahu goreng, tapi ilmu. Yang tadinya tujuan saya cuma mengantar adik disitu, karena sekarang ada kasus baru yang tidak bisa kita kontrol, maka lebih baik kita mencari hiburan di situasi tersebut. Selalu ada hal lain yang bisa dilihat pada sebuah situasi paling buruk sekalipun.
Dan ternyata, malah banyak sekali hiburan dan pengetahuan yang bisa didapat saat terdampar di stasiun kereta. Pengetahuan baru saya, mengenai perawatan anak yang salah, cemilan yang disediakan oleh pihak kereta apabila kereta bermasalah, cara menukar tiket gagal dengan tiket baru dengan sedikit tambahan biaya, tarif bajaj tengah malam (yang tinggi sekali), hantu di antara pohon yang suka menggoda dengan bunyi gemericik, informasi ini dan itu. Banyak sekali sisi lain yang selama ini tak tersentuh karena sempitnya cara kita melihat dalam sebuah situasi.
Jika saya memutuskan untuk terus marah marah dan ngomel disitu, kemungkinan besar malam ini saya cuma dapat lelah dan mungkin juga kesal sampai ke ubun ubun, sampai akhirnya mungkin istri ikut kena damprat, sangat sangat buruk.
Tapi dengan mengubah fokus saya dari satu hal ke hal lain, saya sama sekali tidak menyesal telah terdampar di Gambir malam ini, karena saya pulang bawa ilmu, bawa informasi baru, bawa semangat dan gagasan baru yang akan saya terapkan besok.
Cobalah untuk fleksibel dengan karakter diri sendiri. Rubah bagaimana cara anda menyerap informasi, rubah dari berbagai sisi.
12/29/2009 - 9:47 am
Bisa mengambil hikmah dibalik segala hal yang terjadi adalah berkah. Seperti Shikamaru di serial Naruto, dia bisa menganalisa lawannya, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, dan menggunakan informasi tersebut untuk membantunya dalam pertarungan.
12/30/2009 - 1:59 am
Sebenarnya bisa di latih mas Donny, selama kontrol kesadaran cukup tinggi, nanti tubuh lama lama terbiasa dengan kondisi kesadaran terkontrol. Jadi nggak bersikap semena mena menuruti kebiasaan yang selama ini kita terima.
12/31/2009 - 2:11 pm
Jadi nang titipan gw tentang tingkah laku gimana
kan seru banyak hal yang bisa dilihat. Ayo bagi2 ilmunya om.
12/31/2009 - 7:03 pm
Ya nanti kalau pas ada yang bisa dibahas mengenai itu